Minggu, 20 Maret 2011

Akhir Desemberku..

Oleh : Isra Rizki Muntari

Hari itu,,tepat minggu terakhir dari desember..Tepat juga minggu akhir tahun..2004..Mungkin tak perlu aku kisahkan anda semua juga tau..hari apa itu..Bagiku,,mungkin juga dimata dunia..hari itu mengurai jutaan air mata,,tangis para hamba-hamba..Hari yang belum terlupakan..Dan tak akan ku lupakan...

Pagi minggu..
Semangat ku membara..ketika ajakan menghabiskan akhir pekan dilaut terdengar di telingaku..ku dengar itu terucap dari bibir manis sang bunda..Wajar,usia ku saat itu baru menginjak 12 tahun. Tanpa basi basi..pukul tujuh tepat aku,ayah serta sang bunda meluncur ke ulee lheu,atau yang lebih populer pantai cermin. Dulu daerah pelabuhan itu tak seperti sekarang ini,tak banyak pedangan jagung bakar yang berdiri dipinggir
jalan,juga tak banyak sepeda motor berseliweran ketika hari hendak gelap.Dan pastinya pelabuhan itu belum jadi seperti sekarang..

Pantai Cermin..
Memang,dimataku pantai ini tak seindah Lampuuk atau lhoknga,tapi pantai ini menyimpan kenangan terakhir ku bersama sang bunda.Jika sekarang ini ku lewati jalan menuju ulee lheu,terlintas kenangan-kenangan masa lalu. Tanpa ku harapkan,memori itu langsung bermain secara otomatis.

Hari itu,"adek mau mandi laut terus ya"kataku sambil lari menuju pantai. "Makan dulu"sahut sang bunda..
"nanti saja" sambil terus berlari ke arah laut.


Panorama alam itu sangat indah.. bermandikan air laut..hhmmmmm..
Tiba-tiba..
sepertinya diriku seperti ditarik arus,terus ketengah..ku lihat orang berlarian ketepi,sedangkan aku masing bingung apa yang terjadi. Samar-samar terdengar oleh ku panggilan dari sang bunda "adek..adek". Langsung ku kerahkan seluruh tenaga untuk melawan arus agar aku bisa sampai ke tepi. Sesampai di tepi,plup aku terjerembab ke pasir,ku rasakan getaran yang sangat kuat,untuk menompang tubuh ku saja aku tak mampu. Ku paksakan untuk mendekati sang bunda,ku merangkak. Hingga akhirnya aku sampai dipelukan sang bunda."lailahaillah"kudengar sang bunda terus bertahlil.Bibir nya tak henti-henti memanjatkan doa pada sang pencipta.

Semenit,dua menit, tiga menit, hingga akhirnya kurang lebih tujuh menit. Stelah gempa itu berhenti,aku,ayah, dan sang bunda langsung bergegas untuk meninggalkan pantai itu. Diperjalanan pulang kulihat toko-toko rusak berat,pasien dirumah sakit permata hati berhamburan keluar,,tragis sekali,batinku.

Ku ajak ayah ku untuk melihat nenek,yang tak jauh dari situ,peulanggahan. Ayah dan sang bunda pun menyetujui.

go go go peulanggahan..
Hatiku senang sekali,bisa kerumah nenek. Disana banyak saudara-saudara.

Bersambung..^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar